Gaun putih panjang dan make up tipis menambah kecantikannya yang bahkan sudah sangat cantik meski tanpa make up sekalipun. lihat saja lampu...

Gaun putih panjang dan make up tipis menambah kecantikannya yang bahkan sudah sangat cantik meski tanpa make up sekalipun. lihat saja lampu temaram diatas kepala kita. ia pasti sedang cemburu dan berpikir betapa beruntungnya aku yang masih bisa memiliki kamu sampai saat ini. ya, aku memang beruntung.

“cantikku, kamu apa kabar? lima hari adalah waktu yang cukup panjang untuk berpisah dan menumbuhkan rindu. jangan pergi lagi ya…” ucapku memohon.

wanita cantik dihadapanku ini tertunduk lesu. diam dan tak bergeming. adalah tugasku untuk membuat percakapan ini terus berlangsung dan berusaha agar ia tak merasa bosan.

“taukah kamu? lima hari terakhir adalah lima hari terberat dalam hidupku. aku tak ingin mengalaminya lagi. aku tak ingin kehilangan kamu lagi! aku merasa bahwa aku sudah gila karena begitu lama terpisah denganmu.”

dia masih diam saja. masih tertunduk lesu.

aku menghampirinya. menggenggam tangannya. tak disangka, dorongan kecil dari tanganku membuatnya jatuh ke lantai. ia tetap terdiam. tangan dinginnya masih kugenggam. aku memeluknya sambil mencoba untuk membangunkannya.

“tunggu aku sayang, aku akan menyusulmu sesegera mungkin...” bisikku didekat telinganya.

waktu serasa terhenti. sama seperti detak jantungnya yang sudah terhenti sejak lima hari lalu.


#########################################

lagi mencoba peruntungan dalam membuat flash fiction. dimana saya selalu gagal dalam membuat cerpen, apalagi novel... :|

kritik dan sarannya yaaa... :D


adalah ruang yang membuat sesak. terpaksa menyesuaikan diri agar setidaknya bisa merasa "agak" nyaman. tapi tentu saja jauh dari ...

adalah ruang yang membuat sesak. terpaksa menyesuaikan diri agar setidaknya bisa merasa "agak" nyaman. tapi tentu saja jauh dari rasa leluasa. 

terbatasnya ruang gerak dan semakin sedikitnya hal-hal yang bisa dikerjakan. pagi, siang dan senja berlalu begitu saja. seolah tak ada arti. hanya sebatas aliran waktu yang numpang lewat. singkatnya, membosankan dan menyedihkan dikali kuadrat. entah apa saya harus menyebutnya.

dan akhir-akhir ini, saya merasa terjebak di ruang sempit ini. hari-hari seperti berlalu begitu saja. bangun pagi, kerja disiang hari, pulang sore, tidur larut, dan kembali bangun dipagi hari dengan rasa lelah. saya sendiri sedih. tapi mau gimana lagi coba.

tulisan kali ini kayaknya cuman keluhan ya.. dan bawa aura negatif kalo dibaca. tapi buat saya yang menulisnya, ini kayak terapi. dan saya baru nyadar kalau blog ada memang untuk ini. 

all i want to say is, ketika saya menulis ini, semoga saja hati, ruang, dan waktu yang saya tempati dan jalani tidak lagi terasa sempit. itu aja sih.. selebihnya, saya pengen punya alasan lagi untuk melakukan apa yang sedang saya lakukan. tidak sebatas kewajiban atau tuntutan. yang sepertinya memang itulah penyebab utama sempitnya "ruangan" saya. huft.

seseorang pernah bilang "orang yang patut dikasihani adalah mereka yang bekerja dan berbuat sesuatu tetapi dimarahi oleh nuraninya sendiri"

semoga saya tidak termasuk orang yang patut dikasihani... 

ruang kecil dan sempit, semoga masih ada mimpi yang tersisa