meskipun di shuffle, playlist di laptop saya sering sekali memutar lagu ini.. dan sampai saat ini saya belum bosan dan sangat suka sekali.. ...

meskipun di shuffle, playlist di laptop saya sering sekali memutar lagu ini.. dan sampai saat ini saya belum bosan dan sangat suka sekali..



Melankolia - Efek Rumah Kaca

Tersungkur di sisa malam
Kosong dan rendah gairah

Puisi yang romantik
Menetes dari bibir

Murung itu sungguh indah
Melambatkan butir darah

Nikmatilah saja kegundahan ini
Segala denyutnya yang merobek sepi

Kelesuan ini jangan lekas pergi
Aku menyelami sampai lelah hati


Flash Fiksi oleh Arif Chasan “aku sangat jelas melihatnya, nak” katanya sambil mencelupkan kuasnya ke cat lukis warna merah dengan tangan...


Flash Fiksi oleh Arif Chasan

“aku sangat jelas melihatnya, nak” katanya sambil mencelupkan kuasnya ke cat lukis warna merah dengan tangannya yang kurus dan keriput.

“Bisa bapak gambarkan rupanya?” tanyaku.

“sayang sekali, aku takut tak ada kata dan bahasa di dunia ini yang mampu menggambarkannya nak, aku sendiri mungkin tidak mempercayainya jika tidak melihatnya sendiri, dan aku sangat yakin banyak detil yang kulewatkan.” Tangannya kini menari naik turun di bidang kanvas yang tak lagi putih polos.

“lantas, apa yang membuat bapak yakin kalau apa yang bapak lihat adalah Ia yang maha awal dan maha akhir?” microphoneku sedikit lebih aku dekatkan agar rekamanku lebih jelas hasilnya. Naluriku sebagai wartawan, aku tidak ingin melewatkan satupun kata yang diucapkan oleh pelukis tua ini.

“jika kamu sudah benar-benar mengenalnya, bukankah itu adalah hal yang sangat mudah? Sama seperti ketika kamu melihat ibumu, meskipun kamu sudah berpisah selama puluhan tahun, namun ketika akhirnya bisa bertemu kembali, kamu tak mungkin tidak mengenalinya meskipun wajahnya banyak berubah, iya kan?” ia menghentikan tangannya dan menoleh padaku dengan pandangan kosong namun seolah ia bisa melihat jauh kedalam diriku. Aku merasa ditelanjangi oleh pandangannya yang dingin.

“aku meragukannya pak” akhirnya aku membuka mulut setelah hening sekitar 5 detik.

“ah ya, ya.. bisa jadi” pandangannya kembali fokus ke kanvasnya.

Sejenak kuperhatikan, apa yang ia lukis hanyalah karya abstrak dan tak bisa kumengerti. Tapi torehan warna, garis lengkung dan setiap komponen yang ada di kanvasnya, entah bagaimana, membawa kesejukan dan ketentraman.

“kamu masih di sana, nak?” kalimatnya yang ramah membuyarkan lamunanku. “ah iya, maaf, sepertinya saya sudahi dulu untuk hari ini ya pak, terima kasih banyak atas waktunya dan mohon maaf sudah merepotkan” aku mengakhiri sesi wawancara ini dengan membawa perasaan yang masih mengganjal. Di ruang serba putih dan hanya tersedia satu kasur yang juga berwarna putih baik itu sepreinya maupun bantalnya, Aku membereskan peralatanku dan bersiap pulang. Saat hendak beranjak, aku masih tak bisa membuang rasa heranku melihat keadaan bapak tua didepanku, usianya sudah lebih dari setengah abad, wajahnya penuh keriput dan bagian matanya, ia memiliki pupil berwarna putih seputih kapas. Ya, bapak pelukis ini buta. Dan masih melukis.

“jangan heran nak.." tiba-tiba ia bicara. "mata hanya satu dari sekian banyak cara lain untuk melihat” bapak pelukis itu memunggungiku, namun sangat jelas aku rasakan kalau ia sebenarnya sedang “menatapku”.





bagi kita yang bertuhan, do'a adalah sesuatu yang menjadi penyambung diri dengan sang maha. do'a akan kita ucapkan ketika kita sedan...

bagi kita yang bertuhan, do'a adalah sesuatu yang menjadi penyambung diri dengan sang maha. do'a akan kita ucapkan ketika kita sedang menginginkan sesuatu dan memiliki pengharapan tertentu. dan tentu saja, harapan tertinggi kita adalah dengan terkabulnya do'a tersebut.

banyak juga yang meyakini kalau setiap ucapan yang keluar dari mulut kita adalah berupa do'a. keyakinan tersebut membuat kita agar lebih berhati-hati dalam berucap. setidaknya, mungkin itulah tujuannya.

saban hari kemarin, saya sedang menaiki kopaja di tengah-tengah macetnya Jakarta. panasnya, desak-desakkannya yang bukan hanya terjadi di jalanan, juga terjadi di dalam kopajanya itu sendiri sepertinya sudah menjadi alasan naiknya level emosi untuk setiap individu yang berada disitu. termasuk supir kopajanya.

"mati aja lu!" teriak si supir kepada pengendara motor yang sepertinya memiliki SIM hasil nembak.

di dalam kemacetan bagian depan saya juga banyak sekali yang saling melemparkan sumpah serapah dengan keringat yang mengucur dan muka yang merah penuh emosi. saya jadi terbayang, seandainya setiap ucapan adalah do'a, dan setiap do'a di kabulkan, betapa lengangnya jalanan Jakarta ini.




it's been age since the last time i update this bloody blog. it's not like i abandon it or whatsoever. i just enjoy my real life mor...

it's been age since the last time i update this bloody blog. it's not like i abandon it or whatsoever. i just enjoy my real life more. i read books, movie and hang out with my friends. but nothing in particular that worth to write in this blog. or maybe you can just call me lazy.

but now i just realized something (maybe too late). writing. no matter how bad. it is something that worth to do.

now, let me take a deep breath before i write some story to start my daily routine as a blogger (again).

nobody disagree that love is unstoppable force and the strongest feeling. no matter how stuck your idea, you can always write something about love. all you need to do is just thinking about her, and your finger is automatically typing.

now i close my eyes and i can see her face. it's a bit silly i guess. how old the fuck i am. a ten year old boy something who just discover some crush? obviously not. but it's true that maybe i fall again. and i hope this is not just another mistakes.

well, i guess, everybody who fall in love is somehow become a child again. innocent, show off, full of hopes and have a needed for attention. from her the loved one of course.

but a mature relationship somehow is in the whole new different level. it is not marriage of course. i have a friend that as same as my age (20) who has already experienced divorced. and now ready to get married again with new girl. it is shocking for me. how in the world you can do something like that. i still am shocked every time i was thinking about that.

all i wanna say is, it is okay for anybody to become a child again when fall in love. but i just can't imagine somebody who go on a relationship and the purpose is no other than to hurt someone. love is a strong feeling of course, but it is not something that you can freely play with. you are responsible for anybody who involved in your love story. anybody you made them happy, and anybody you hurts.

fuck grammar!  just experimenting a new thing :p
*the title is a quote from Sherlock Holmes series [link].