"kepala sekolah tampar dia, kubakar sekolah ini!" - Dilan tak biasanya saya mereview sebuah buku (baru pertama kali malah!...



"kepala sekolah tampar dia, kubakar sekolah ini!" - Dilan

tak biasanya saya mereview sebuah buku (baru pertama kali malah!). tapi buku yang saya baca ini bener-bener bikin mood saya naik untuk menulis reviewnya.

buku yang berjudul "Dilan: Dia Adalah Dilanku Tahun 1990" adalah cerita tentang Milea dan Dilan. dengan latar Bandung tahun 90an (saya aja belum lahir) yang diselingi bahasa-bahasa sunda anak sekolah banget (si jurig teh bisaan euy!).

dengan sudut pandang perempuan, Milea atau biasa dipanggil Lia, menceritakan bagaimana seorang Dilan berusaha meluluhkan hatinya. bukan dengan cara gombal yang klise, melainkan dengan membuat Milea merasa sangat spesial sebagai perempuan.

jika kamu perempuan sedang mencari laki-laki sederhana yang siap melindungi kamu apapun resikonya, romantis dan penuh kejutan, adalah Dilan orangnya. sayang dia hanya seorang tokoh fiksi di dalam novel.

selain itu, tata bahasa novel ini ngawur! hahaha -tapi justru itu yang menjadi daya tariknya, mungkin novel-novel remaja sekarang terlalu banyak disuguhi tulisan yang mendayu-dayu dan cengeng; terlalu puitis dan menonjolkan keterangan tempat, waktu, keadaan dll. tapi di novel ini tidak, alurnya asik dan kalimat keterangannya minim. kalau gak salah latarnya cuma di sekolah, rumah, warung bi eem dan warung entah dimana daerah monas jakarta.  cepat sekali membacanya (saya menyelesaikannya dari jam 2 siang sampai jam setengah 5 sore).

kekurangannya mungkin -menurut saya- konfliknya kurang euy.. si Dilan asa gak ada tantangannya banget buat dapetin si Lia. atau mungkin karena emang udah jago banget ya... hehehe

yasudahlah, overall novel setebal 300an halaman ini worth it banget kok!
4/5